Selasa, 19 Oktober 2010

ekonomi

Event Nusa Dua Fiesta (NDF) 2010 yang berlangsung selama lima hari berhasil menggaet sekira 80 ribu pengunjung dengan produk batik maupun tenun tradisonal nusantara menjadi salah satu daya tariknya.

Di sela-sela sebelum acara penutupan NDF 2010 Rabu malam kata Ketua Umum Panitia, I Gusti Ketut Purnaya, menyatakan pengunjung tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.  "Jika tahun lalu jumlahnya sekira 40 ribu orang, maka sekarang diperkirakan mencapai 80 ribu pengunjung," ujar Purnaya, Rabu (19/10/2010).

Dijelaskan dia, NDF sebagai even tahunan itu bertujuan untuk promosi pariwisata.  Selain untuk acara wisata masyarakat lokal yang tak kalah pentingnya untuk menggaet wisatawan mancanegera.

Banyaknya wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung juga meningkat signifikan. Dari perhitungan sementara diperkirakan jumlah kunjungan wisman naik  hingga 100 persen. Hal itu terbukti dari biro perjalanan sibuk mengantarkan  turis ke lokasi kegiatan yang dipusatkan di Pulau Peninsula tersebut. Dikatakan,  tiap hari pengunjung selalu ramai. Jumlah rata-rata pengunjung setiap harinya berkisar 15 ribu hingga 19 ribu orang. Acara NDF 2010 yang bertema "Green  Tourism" atau pariwisata hijau.

Purnaya mengatakan, ada empat program secara garis besar yang digelar, yaitu art culture (seni budaya), sport (olahraga), fun (acara bergembira/permainan) dan  exhibition (pameran). "Kami berupaya menampilkan yang terbaik, mulai dari seni dan budaya hingga 'event' olahraga internasional," katanya.

Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Bali (Bali Development  Corporation/BTDC) I Made Mandra mengatakan, kegiatan seni budaya dan pameran ini  agar terus berlanjut dan berkesinambungan. Diharapkan event ini bisa semakin  memperkenalkan aneka budaya di Indonesia di mata internasional.

"NDF adalah ajang yang sangat tepat untuk mempromosikan pariwisata yang selama ini daerah-daerah di tanah air belum banyak dikenal wisatawan mancanegera," katanya. Salah satunya adalah anjungan yang menawarkan objek wisata yang ada di Papua seperti keindahan Danau Sentani.

Dipihak lain, banyaknya pengunjung yang datang juga berdampak positif terhadap stand-stand yang menyajikan Batik dan tenun tradisonal. Tak sedikit yang memborong kain-kain khas dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada hari terakhir FND Indonesia kaya akan keragaman kain-kain tradisonal seperti tenun dan batik. Keragaman tersebut bukan hanya dari segi tradisionalnya semata namun juga motif yang dipakai beragam dan memiliki ciri khas berbeda-beda
seperti kain batik Madura serta DKI Jakarta

Menurut, Imaniyah, pengusaha dan juga pengerajin batik shalempang Madura, pihaknya menampilak batik dengan ragam, motif dan corak beragam seperti batik shalempang. Aneka jenis  yang dibuatnya cenderung menggunakan warna-warna mencolok seperti merah, coklat dan lainnya dan motifnya disebut dengan motif rawan serta sekar jagad.

“Motif batik rawan menggunakan perpaduan dua macam warna, dan ini yang paling terkenal,” ujarnya santai. Untuk harga satu potong kain batik motif rawan serta sekar jagad ukuran 2,5 meter rata-rata dibandrol dengan harga Rp5 juta ke atas,
sedangkan untuk kain batik corak Madura namun coraknya modern dan  pengerjaanya menggunakan warna sintetis dijual muli harga Rp 30 ribu hingga ratusan ribu rupiah per pcs.

Dalam event itu, animo masyarakat berkunjung ke stannya cukup banyak. “Dalam setengah hari ini saja, sudah laku 6 potong kain batik seharga Rp300 ribu, jumlah ini akan semakin membludak saat penutupan even NDF,"  ujarnya.

Di stan terpisah, Wahyu Diono, pengrajin serta pemilik usaha Batiku-Batikmu dan Batavia Kreatifitas dai DKI Jakarta, menjelaskan batik tradisonal yang dipamerkannya lebih mengutamakan corak-corak tradisonal menggunakan bahan-bahan alami seperti dari daun serta kayu pohon dan lainnya.

Dijelaskan, seperti halnya batik motif Betawi yang diproduksinya. Batik ini lebih menonjolkan budaya Betawi seperti motif ondel-ondel, kecapi, burung hong, tanjidor dan lainnya. Pengerjaan batik tersebut ada tulis maupun stampel dengan
harga yang dijual mulai Rp350 ribu hingga Rp750 ribu ke atas. "Minat masyarakat terhadap batik tradisional cukup tinggi dan sudah merambah semua kalangan," katanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar